Dalam peristiwa penting di ruang sidang Manhattan Kamis ini, perwakilan hukum Harvey Weinstein mengungkapkan bahwa mantan produser film itu sedang mempertimbangkan untuk mengaku bersalah.
Kesepakatan potensial ini melibatkan dakwaan pemerkosaan tingkat tiga, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk menghindari persidangan ketiga yang menyeluruh mengenai tuduhan yang terjadi pada tahun 2013.
Langkah ini bertujuan untuk menyelesaikan tuduhan yang melibatkan Jessica Mann dan menghindari persidangan ketiga, yang saat ini dijadwalkan pada 3 Maret.
Latar belakang hukum
Tuduhan khusus tersebut berasal dari tuduhan yang dibuat oleh Mann, yang menuduh Weinstein menyerangnya di sebuah hotel di New York. Meskipun Weinstein secara konsisten menyatakan bahwa semua hubungan seksual dilakukan atas dasar suka sama suka, tim pembelanya sedang menjajaki manuver hukum ini setelah serangkaian perselisihan di pengadilan yang rumit.
Produser film tersebut awalnya dihukum atas tuduhan tersebut pada tahun 2020, namun keputusan tersebut kemudian dibatalkan pada tahun 2024.
Pada tahun 2025, persidangan ulang berakhir dengan hukuman gantung juri atas tuduhan Mann. Sampai sekarang, Weinstein masih dihukum karena tindakan kriminal seksual tingkat pertama yang melibatkan Miriam Haley.
Hakim Curtis Farber baru-baru ini menolak upaya pembelaan untuk membatalkan hukuman Haley, menolak klaim bahwa para juri diintimidasi hingga menghasilkan putusan bersalah.
Farber menyatakan persidangan itu adil dan seimbang.
Perwakilan Weinstein menggambarkan produser tersebut, yang telah menghabiskan enam tahun di Pulau Rikers, rentan secara medis dan terjebak dalam ‘ketidakpastian hukum’.
Apakah dia menerima permohonan tersebut atau menghadapi juri ketiga pada bulan Maret, tetap menjadi fokus utama dari persidangan.